Asap pekat sisa pelarian pria jas hitam benar-benar hilang, Sugiono mengalihkan pandangan ke arah halaman. Empat emak-emak masih tergeletak tidak sadarkan diri. Susi, sahabat Gendis, berada di posisi paling depan dengan bibir yang mulai memucat.Sugiono mendekat lalu berjongkok di samping tubuh Susi. Cincin akik hitam di jarinya masih terasa hangat setelah menyerap mustika ular gaib. Sugiono menempelkan ibu jari kanan tepat di antara kedua alis Susi, lalu menyalurkan sedikit hawa hangat dari pusaka Jagad Pamungkas.Srrr.......srrt....Hawa hangat mengalir cepat, menetralisir sisa energi es yang menyumbat peredaran darah Susi. beberapa detik, warna merah alami kembali ke bibir wanita bertubuh sintal. Kelopak mata Susi bergerak sebelum akhirnya terbuka sepenuhnya."Aduh... kepala saya pusing sekali, Pakde," keluh Susi sambil memegangi dahinya. Dia duduk perlahan, menatap sekeliling pandangan bingung. "Loh, kenapa saya bisa tiduran di tanah begini? Tadi rasanya ada angin kencang sekali
آخر تحديث : 2026-07-03 اقرأ المزيد