Badai salju masih menggila di Pegunungan Salju Utara. WUSSHHH! Angin dingin menyapu lereng gunung, membawa butiran salju yang menusuk kulit seperti serpihan kaca. Di tengah badai itu, dua sosok berjalan dengan langkah cepat. Sekar berada beberapa langkah di depan Puspaningrum, napasnya membentuk kabut putih. “Senior… lebih cepat…” Sekar menggunakan ilmu meringankan tubuh terbaik yang ia miliki, wajahnya terlihat jelas menunjukkan kekhawatiran. Puspaningrum mempercepat langkah, mengikuti gerakan Sekar. “Kita sudah hampir sampai.” Sekar tidak menjawab, tatapannya hanya tertuju kepada puncak gunung. Namun semakin dekat mereka dengan Kuil Puncak Salju, semakin aneh perasaannya, firasat keduanya memburuk. “Raka…” Sekar mempercepat langkah. Puspaningrum memperhatikannya. “Sekar.” “Dia pasti baik-baik saja, kan?” Puspaningrum terdiam sesaat, sebelum menjawab dengan tenang. “Kita akan segera tahu.” Namun jawaban itu tidak cukup untuk menenangkan Sekar. Perasaann
Last Updated : 2026-08-22 Read more