Wirya masih berdiri di tempatnya. Sementara Kelima prajurit yang sebelumnya membuat keributan telah pergi. Jalan kecil itu kembali sunyi, hanya suara angin yang berhembus di antara rumah-rumah tua yang terdengar bersahutan.Namun Wirya belum langsung melangkah. Tatapannya kembali tertuju kepada sosok Catra di hadapannya.Di balik topeng hitamnya, Catra juga menatap Wirya.Untuk beberapa saat, tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.Mata bertemu mata, dan lagi-lagi perasaan aneh itu muncul.Wirya mengerutkan kening. Entah sudah berapa kali sejak tiba di tempat ini, tetapi setiap kali ia melihat sepasang mata di balik topeng hitam itu, dadanya selalu terasa sedikit sesak.Seperti pernah melihatnya. Bukan sekali atau dua kali, melainkan berkali-kali, dan ia merasa mereka seperti sudah akrab satu sama lain.Setelah beberapa detik dalam keheningan panjang, Wirya akhirnya menghela napas
Last Updated : 2026-08-27 Read more