"Mama, Papa...." Pintu kamar Dayana terbuka perlahan-lahan. Theo dan Leo berjalan masuk, kedua anak itu mendekati ranjang di dalam kamar dan melihat Dayana yang kini terbangun dengan kedatangan mereka. "Kenapa sudah bangun, Sayang?" tanya Dayana begitu Theo dan Leo naik ke atas ranjang. "Takut, Ma. Di luar suara petirnya keras. Theo dan Leo takut," ujar anak itu memeluk Dayana dengan erat. "Kemari, Sayang. Tidur dengan Mama dan Papa," ajak Dominic. Anak-anak itu masuk ke dalam selimut. Lucunya, mereka berdua bersamaan memeluk papanya. Dayana memperhatikan mereka bertiga, wajah mereka sangat persis. Theo dan Leo adalah jiplakan Dominic versi kecil. "Tidur anak-anak ... besok Paman Oscar akan mengantarkan kalian ke tempat Kak Ruby, dia sangat merindukan kalian," ujar Dominic. "Benarkah, Pa?" Leo langsung menyahuti. "Iya, Sayang." Theo menatap Dayana yang kini sedang memandang mereka. Anak itu tertawa gemas. "Mama tidak punya teman, kami berdua timnya Papa!" seru anak itu samb
อ่านเพิ่มเติม