"Aku titip Ruby di sini, Morine. Kalau ada apa-apa, tolong hubungi aku." Dayana menatap Ruby yang tertidur di atas ranjang di dalam sebuah kamar. Tubuh kecilnya tersembunyi di balik selimut. Morine mengangguk menyentuh pundak Dayana. "Iya, Dayana. Jangan khawatir. Ruby pasti aman di sini...." Morine ikut menatap anak itu. "Aku yang bertahun-tahun menikah, tetapi belum juga diberikan keturunan oleh Tuhan ... sedangkan seseorang yang diberikan, malah diperlakukan seperti ini." Dayana mengusap air matanya. "Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya wajah itu, Morine," katanya sedih. "Seperti apa pukulan Amara, sampai mata Ruby bengkak seperti itu?" Mama mertua Morine ikut mengusap pundak Dayana. "Bengkaknya akan mengempis nanti, Dayana. Mama akan membantu merawat anak ini," ujarnya. "Sekarang pulanglah ... tenangkan dirimu," ujarnya. "Iya, Ma. Aku titip anakku," ujar Dayana. Morine dan Erly mengangguk kompak. Mereka justru merasa senang karena di rumahnya ada anak kecil.Dayana
閱讀更多