"Kakak, Dayana boleh tidak, ikut dengan kalian saja? Di sini ... dengan Mama, Papa, dan Kakak!" Dayana kecil mengatakan hal itu pada kelima orang di sekitarnya, yang kini memeluknya sambil tersenyum manis. Walaupun Dayana tidak tahu di mana tempat ia kini berada, tetapi ia merasa sangat senang bertemu dengan orang tua, dan kakaknya. Wajah mereka juga tampak jelas. "Ma, Dayana mau ikut," cicit anak itu memeluk wanita di hadapannya. "Tidak usah, Sayang. Dayana masih kecil, masih muda, tidak usah ikut dengan kami." "Ya. Kami masih belum ingin bertemu denganmu. Masih banyak hal yang harus Dayana coba nanti," sahut kakak pertamanya. "Yahh, kalian kok begitu! Tidak sayang Dayana lagi, ya!" pekiknya kesal. "Siapa bilang? Anak Papa yang cantik ini disayangi banyak orang!" seru Anthony, pria bertubuh tinggi besar itu memeluknya erat-erat, hingga Dayana tertawa terpingkal-pingkal. Di tengah canda tawanya, tiba-tiba terlihat dari ujung tempat yang asing dan bercahaya terang di tengah ham
Baca selengkapnya