Keesokan paginya. Diana sudah bersiap-siap untuk acara meeting yang akan digelar di hotel tempat ia menginap. Diana berada di dalam ruangan meeting sejak awal bersama Oscar, mereka menyiapkan beberapa berkas-berkas penting dengan cepat, sebab meeting akan dimulai satu jam yang akan datang. "Anda sangat rajin, Nona Diana ... sepagi ini sudah berada di ruangan meeting dan bersiap," ujar Oscar pada Diana. "Heem. Aku tidak ingin ada yang terlewat, Tuan Oscar. Apalagi ... Pak Tristan dan Bu Morine menyerahkan tugas ini pada saya, berarti ini adalah tanggung jawab saya." Oscar tersenyum sambil mengangguk. Bagi Oscar sendiri, wanita di sampingnya memang memiliki wajah seperti Dayana, tapi untuk sikap, karakter, dan pola pikirnya, amatlah jauh dengan sosok Dayana Latselina. Pintu kaca ruangan itu terbuka, sosok Graham masuk ke dalam sana, tersenyum manis menyapa Diana dan Oscar. "Selamat pagi," sapanya. "Pagi, Tuan." Oscar menundukkan kepalanya. "Pagi," balas Diana tersenyum
閱讀更多