Farida menatap Kusuma dari atas ke bawah, menyunggingkan senyum dingin yang amat menyayat hati."Itu bukan urusanku lagi, Kusuma," sahut Farida tanpa belas kasihan. "Kamu yang memilih untuk menukar seluruh kejayaan, kehormatan, dan keluargamu demi seorang ani-ani murahan seperti Triska. Sekarang, nikmati hasil pilihanmu."Farida melirik ke arah pintu utama. Dua orang pengawal berbadan tegap yang disewa keluarga Farida langsung melangkah masuk."Keluarkan pria ini dari rumahku," perintah Farida dingin. "Sekarang juga.""Farida! Farida, tolong! Jangan lakukan ini, Farida!" jerit Kusuma saat kedua pengawal itu memegang kedua ketiaknya, menyeret tubuhnya yang lemas menyusuri lantai marmer. "Ampuni aku, Farida! Aku mohon!"Jeritan histeris Kusuma menggema di lorong mansion megah itu, namun tak ada satu pun pekerja rumah tangga atau anggota keluarga yang menaruh iba. Semua orang tahu, kehancuran Kusuma adalah buah manis dari kesombongan dan pengkhianatannya sendiri.Brak!Pintu besi gerbang
Huling Na-update : 2026-08-25 Magbasa pa