Sejak insiden kekacauan di Perpustakaan Agung dan pengakuan terbuka di Balairung Utama yang menguncangkan seluruh fondasi politik kerajaan, keberadaan Maya bukan lagi rahasia yang tersembunyi di sudut Istana Bayangan. Kehidupan sehari-harinya kini dipenuhi ritme latihan etiket yang sangat menguras tenaga, hafalan silsilah klan Kuno yang rumit, serta ketegangan politik yang tak pernah redup di antara para tetua bangsawan tua. Namun, di antara lorong-lorong batu obsidian yang kaku, dingin, dan penuh intrik terselubung tersebut, muncul satu gangguan baru yang cukup mengusik ketenangan dan fokus Maya: kehadiran Lord Kael yang kian intensif.Pria tinggi berambut perak pendek dari klan utama wilayah selatan itu mulai semakin sering muncul secara "kebetulan" di tempat-tempat yang dilintasi oleh Maya. Jika Lucien adalah wujud kegelapan malam yang tenang, tegas, dan mengintimidasi dengan wibawa mutlak, maka Kael adalah bayangan liar yang tak pernah bisa ditebak—selalu hadir dengan senyuman mis
Última actualización : 2026-08-21 Leer más