Angin malam Negeri Bayangan mendesau pelan di balik jendela kaca patri yang tebal, membawa serta aroma embun beku, tanah basah, dan debu yang menyusup lewat celah-celah kecil kusen kayu istana. Namun, udara dingin di dalam kamar yang luas itu sama sekali tidak sebanding dengan bekunya keheningan yang mendadak tercipta di antara Maya dan Lucien setelah kalimat terakhir sang Raja bergema di udara."Tidak," bisik Maya, suaranya terdengar begitu parau, bergetar hebat, dan nyaris tenggelam di dalam tenggorokannya sendiri. Ia menggelengkan kepala secara perlahan, menolak mentah-mentah seluruh realitas absurd dan mengerikan yang baru saja dipaparkan di hadapannya. "Tidak. Ini gila. Semua ini gila!"Lucien tidak langsung menjawab. Ia tetap berdiri di tempatnya dengan postur tegap yang agung, menatap Maya dengan sorot mata perak yang menyimpan sejuta lapisan emosi yang sulit dibaca—lelah, berat, penuh penyesalan, namun juga menyiratkan ketegasan mutlak seorang penguasa yang telah melewati ratu
Última atualização : 2026-07-30 Ler mais