Langkah kaki Maya yang tergesa-gesa dan tak menentu akhirnya membawanya kembali ke dalam lingkungan Sayap Mawar Hitam. Dengan napas tersengal-sengal, ia mendorong pintu kayu berukir itu lalu membantingnya hingga tertutup rapat. Ia menyandarkan tubuhnya yang gemetar pada permukaan pintu batu seraya berusaha mengatur napasnya yang memburu. Bella, yang sedang merapikan tirai beludru di dekat perapian, terperanjat kaget melihat kedatangan Maya yang mendadak dalam keadaan menangis sesenggukan dan diselimuti oleh percikan sihir emas yang tak terkendali."Nona Maya! Demi Para Leluhur, apa yang telah terjadi pada Anda?" seru Bella panik, langsung membuang kain di tangannya dan melangkah mendekat dengan wajah penuh kekhawatiran."Tinggalkan aku sendiri, Bella. Aku mohon... tinggalkan aku sendiri," bisik Maya serak, menutup seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang dingin.Bella menatap Maya dengan rasa iba dan simpati yang sangat mendalam. Sebagai peri hutan yang peka, ia bisa meras
Última actualización : 2026-08-10 Leer más