"Tuan, lepasss... Kita sedang di luar!" bisik Alina setengah panik seraya memalingkan wajahnya ke samping, berusaha menghindari embusan napas hangat Reynard yang makin menempel di kulit lehernya. Reynard bukannya mundur, justru makin mengikis jarak hingga tak ada celah di antara tubuh mereka. "Hanya satu ciuman, Alina. Apa susahnya?" "Tidak boleh, Tuan!" tolak Alina tegas, tangannya menahan dada tegap Reynard yang berbalut kemeja mahal. "Ingat, Tuan Richard sedang sakit di atas! Lagi pula... Tuan sendiri kan yang tadi bilang di depan Tuan Richard kalau kita ini tidak ada hubungan apa-apa?" Mendengar kalimat terakhir Alina, senyum tipis Reynard mendadak memudar, digantikan oleh kilatan jahil yang menghiasi binar matanya. Reaksinya sungguh di luar dugaan Alina. Bukannya merasa bersalah atau melonggarkan kuncian tangannya, Reynard justru makin mendekap erat pinggang ramping wanita itu. "Oh... jadi kau tersinggung karena ucapanku tadi, hm?" goda Reynard dengan nada rendah yang amat me
Última actualización : 2026-08-27 Leer más