Share

Tamu Tak Di Undang

Author: Nona Lee
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-28 21:47:11

"Tuan Reynard sedang tidak ada di rumah, Nyonya. Beliau sudah berangkat ke kantor sejak siang tadi," jawab Alina tetap sopan, mencoba mengabaikan tatapan merendahkan yang dilayangkan wanita bergaun sutra di hadapannya.

Anna mendecak pelan, melipat kedua tangannya di dada seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang tengah yang sepi. "Lalu di mana Nyonya Ella dan Sean? Kenapa rumah sejengkel ini terasa kosong sekali?"

"Nyonya Ella dan Sean sedang berada di rumah sakit, Nyonya. Tuan Richard
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
nah betul nyonya, ketegasan anda sangat diperlukan disini ahahahaha makasih updatenya kakak syng, semoga lekas pulih ya kak :)
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Tak Sabaran

    "T-tapi... T-tuan, nampan tehnya nanti jatuh!" bisik Alina panik, berusaha menahan nampan kayu di tangannya agar cangkir porselen berisi teh hangat itu tidak berdenting keras. "Taruh di meja dekat pintu, Alina. Sekarang," perintah Reynard dengan suara serak yang berat, matanya mengunci pandangan wanita itu tanpa ampun. Dengan tangan bergetar, Alina berbalik sedikit dan meletakkan nampan itu di atas konsol kayu di samping pintu. Belum sempat ia menarik kembali tangannya, Reynard sudah menarik tubuhnya merapat. Pria itu menyambar bibir Alina tanpa memberi ruang untuk bernapas. Ciuman itu berhembus penuh gairah yang tertahan seharian. Reynard melumat bibir manis Alina secara terburu-buru, menyapu seluruh pertahanan wanita muda itu hingga persendian Alina melunak seketika. Namun, perlahan-lahan ritme itu berubah, melemah menjadi lumat perlahan yang begitu dalam dan memabukkan. "Mmph... Tuan..." desah Alina pasrah di sela pautan bibir mereka, tangannya meremas cengkeraman kemeja Reynar

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Malam Yang Kacau

    "Ayah, ini sudah hampir jam sebelas malam. Lebih baik Ayah masuk kamar dan tidur, ingat pesan dokter tadi sore," tegur Reynard seraya berdiri di dekat sofa ruang keluarga, menatap ayahnya yang masih santai memangku remot TV. Tuan Richard tidak mengalihkan pandangannya dari layar kaca yang sedang menayangkan film aksi. "Ayah belum mengantuk, Reynard. Seharian tidur di rumah sakit membuat badan Ayah justru segar malam ini." "Tapi Ayah baru saja pulih dari serangan jantung," desak Reynard, berusaha keras menyembunyikan nada frustrasinya. Rencananya untuk menyusul Alina ke kamar pengasuh terancam berantakan total jika ruang tengah masih diramaikan kedua orang tuanya. "Sudahlah, Reynard... Biarkan ayahmu menonton sebentar," sahut Nyonya Ella dari balik meja kecil seraya mengupas buah. "Ibu juga masih betah menemani." Reynard mengembuskan napas panjang, melirik jam dinding yang terus berdentang. Wajahnya makin masam saat mendengar suara gelak tawa melengking dari arah koridor. Tuk, tuk

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Peringatan Reynard

    "Reynard! Kebetulan sekali kau ada di sini!" panggil Anna seraya mempercepat langkahnya menghampiri pria berjas hitam itu. Reynard menghentikan langkahnya, mematikan sambungan telepon di tangannya lalu menatap Anna dengan pandangan datar tanpa ekspresi. "Ada apa kau di sini, Anna?" Anna mendengus kesal, raut wajah cantiknya dipenuhi amarah yang membara. "Aku baru saja dari kamar rawat ayahmu! Kau tahu? Pengasuh anakmu yang bernama Alina itu benar-benar tidak beretika! Dia sengaja mengarahkanku kemari hanya untuk dipermalukan oleh ibumu!" Reynard menaikkan sebelah alisnya, mengamati wanita di hadapannya dengan tatapan yang kian mengelam dingin. "Alina? Apa hubungannya Alina dengan ketidakmampuanmu menjaga sopan santun di depan ibuku?" "Reynard! Kenapa kau justru membela pengasuh itu?!" seru Anna tak terima, suaranya naik satu oktaf di lorong rumah sakit yang sepi. "Aku ini tamu! Saat aku datang ke rumahmu, pengasuh kampung itu menyambutku dengan sangat dingin dan tidak bersahabat.

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Teguran Nyonya Ella

    "E-Ehh... A-Annu...""Maaf, tapi Anda siapa ya? Datang-datang langsung menerobos kamar perawatan tanpa mengetuk pintu sama sekali," tegur Nyonya Ella dingin, matanya menatap wanita bergaun sutra krem itu dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan aura dominan yang mengintimidasi. Anna mendadak menghentikan langkah mewahnya, wajah cantiknya sedikit membeku. Rasa percaya diri yang semula meletup-letup seketika luntur di bawah tatapan tajam sang pemilik rumah. "A-anu, Tante... Saya Anna, putri dari Pak Gunawan," jawab Anna terbata-bata, berusaha memulihkan wibawanya seraya menyunggingkan senyum anggun yang dipaksakan. "Saya baru saja mendengar kabar kalau Om Richard masuk rumah sakit, jadi saya langsung bergegas kemari karena sangat khawatir." Nyonya Ella menaikkan sebelah alisnya, tidak sedikit pun terkesan dengan alasan manis tersebut. Ia meletakkan pisau buah dan apel ke atas meja dengan denting halus yang terdengar begitu menusuk di dalam keheningan ruangan. "Oh, putri Tuan Gunaw

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Tamu Tak Di Undang

    "Tuan Reynard sedang tidak ada di rumah, Nyonya. Beliau sudah berangkat ke kantor sejak siang tadi," jawab Alina tetap sopan, mencoba mengabaikan tatapan merendahkan yang dilayangkan wanita bergaun sutra di hadapannya. Anna mendecak pelan, melipat kedua tangannya di dada seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang tengah yang sepi. "Lalu di mana Nyonya Ella dan Sean? Kenapa rumah sejengkel ini terasa kosong sekali?" "Nyonya Ella dan Sean sedang berada di rumah sakit, Nyonya. Tuan Richard sedang dirawat di sana sejak semalam," terang Alina jujur tanpa rasa curiga. Mendengar ucapan Alina, raut wajah Anna seketika berubah drastis. Matanya membelalak kaget, menyiratkan keterkejutan yang amat sangat. "Apa?! Pak Richard masuk rumah sakit?! Kenapa Papa tidak memberi tahu soal berita ini padaku?" Alina hanya menunduk diam, tak berani ikut campur urusan keluarga rekan bisnis majikannya itu. "Di rumah sakit mana Richard dirawat? Cepat katakan padaku!" desak Anna dengan nada menuntut,

  • Terjerat Pesona Duda Tampan   Alasan Konyol

    "E-eh? Bibir saya kenapa, Nyonya?" tanya Alina gugup, refleks menyentuh bibir bawahnya yang masih terasa hangat dan sedikit perih akibat gigitan gemas Reynard barusan. Nyonya Ella melangkah satu titik lebih dekat, matanya yang tajam meneliti wajah Alina dari jarak dekat. "Iya, bibir bawahmu agak bengkak dan kemerahan. Pipimu juga merah sekali. Kau sakit atau tergigit serangga di parkiran bawah tanah yang lembap ini?" Alina menelan ludahnya yang terasa kesat. Jantungnya berdegup kencang bagaikan genderang perang. Dengan otak yang berputar cepat mencari alasan paling masuk akal, wanita muda itu berusaha menyunggingkan senyum senormal mungkin. "A-anu, Nyonya... Tadi saat saya mencari letak mobil Pak Andri, saya tidak sengaja tersandung sela pembatas parkiran," jawab Alina terbata-bata, memegang pipinya untuk menyembunyikan rona merah yang kian membakar. "Bibir saya terbentur ujung tas bawaan saya sendiri karena kaget. Jadi... agak bengkak sedikit." Nyonya Ella menaikkan sebelah al

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status