"Baiklah, Ibu setuju," sahut Nyonya Ella seraya melipat kedua tangannya di dada, menatap putranya dengan pendar kehangatan yang amat dalam. "Ibu akan berpura-pura tidak tahu apa-apa di hadapan Alina. Tapi ingat satu hal, Reynard..." Reynard menahan nafasnya sejenak. "Apa itu, Bu?" "Jangan pernah bertengkar hebat seperti tadi lagi," tegas Nyonya Ella, menunjuk dada bidang putranya dengan jari telunjuknya. "Apalagi sampai menunjukkan sikap aneh dan tidak wajar di depan Sean. Sean itu anak yang sangat peka. Dan ingat... apa pun yang kau lakukan di rumah ini, Ibu pasti akan selalu mengetahuinya." Reynard menghembuskan napas lega, lalu mengangguk patuh bagaikan anak penurut. "Iya, Bu. Aku mengerti dan aku berjanji." "Bagus. Sekarang pergilah, temui Alina dan selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin," ujar Nyonya Ella melambaikan tangannya pelan, mengusir putranya dari ruang kerja pribadi tersebut. "Terima kasih, Bu," pamit Reynard sebelum memutar tubuhnya dan melangkah lebar
Last Updated : 2026-09-03 Read more