"Siapkan dirimu, Ratna. Kita berangkat ke notaris jam sepuluh pagi ini," putus Brata dengan rahang mengeras. Di meja makan itu, ia akhirnya menelan harga dirinya sendiri demi menyelamatkan rumah mereka.Mendengar keputusan itu, senyum kemenangan merekah di bibir pucat Ratna. Ia langsung memerintahkan Bi Sumi untuk mendorongnya ke kamar dan memakaikan pakaian terbaiknya.Di sudut ruang makan, Mira yang sedang memegang gagang pel hanya diam. Matanya mengikuti Ratna yang dibawa pergi, sementara pikirannya mulai mencari cara untuk menggagalkan rencana itu.Setengah jam kemudian, ketika Brata berada di ruang kerja dan sedang memasukkan dokumen-dokumen penting ke dalam tas, Mira masuk sambil membawa secangkir kopi."Mas..." panggilnya pelan. Ia menundukkan wajah, memasang raut cemas. "Apa aman membawa Nyonya Ratna ke notaris hari ini? Tuan Haryo baru saja ditangkap semalam. Polisi pasti sedang mengawasi aliran dana keluarganya. Kalau Mas mengalihkan aset atas nama Nyonya Ratna sekarang, bu
Terakhir Diperbarui : 2026-08-27 Baca selengkapnya