"Kamu urus saja sendiri wanita itu, Bi Sumi!" desis Brata tak sabar, suaranya dipenuhi rasa muak yang luar biasa. "Beri dia makan, bantu perawat menyadarkannya, atau apalah terserah kalian! Aku tidak punya waktu meladeni sandiwara gilanya. Istri macam apa yang bisanya hanya menyusahkan?!" Pria itu kemudian menyelipkan lengannya, mengangkat tubuh Mira ala bridal style dengan sangat protektif, membawanya menjauh dari ruang makan. "Bertahanlah, Mira," bisik Brata, tak lagi memperdulikan seisi rumah. Tanpa menoleh sedikitpun ke arah halaman belakang tempat Ratna sekarat, Brata melangkah tegap menaiki tangga menuju kamar utama. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Dokter Hans tiba di kediaman Brata dengan tergesa-gesa. Setibanya di kamar utama, ia segera membersihkan dan menjahit luka di pelipis Mira akibat benturan keras tersebut. Brata berdiri kaku di sisi ranjang, rahangnya mengeras melihat wajah pucat Mira yang meringis menahan sakit setiap kali jarum bedah menembus
Terakhir Diperbarui : 2026-08-10 Baca selengkapnya