Cucu Iblis“Sepertinya dia datang sendiri,” bisiknya pelan sambil melangkah menuju pintu itu dengan hati berdebar, tetapi tekad yang tak tergoyahkan. “Elena, tetap di belakangku dan jangan ke mana-mana.”“Erevan, jangan!” seru Elena cemas, mencoba menahannya.Namun, tangan Erevan sudah berada di gagang pintu yang terasa dingin dalam genggamannya. Di sisi lain pintu, suara pria tua itu kembali terdengar begitu jelas dan dekat, seakan-akan berdiri tepat di hadapan mereka.“Kau boleh melawanku sebanyak yang kau inginkan, cucuku yang terkasih,” ucapnya pelan, tetapi menohok hati. “Tetapi kau tidak bisa melawan darahmu sendiri.”Kalimat itu membuat Erevan terdiam seketika. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa mungkin saja kedatangan pria tua itu bukan hanya untuk Arga seperti yang selama ini mereka duga. Mungkin sejak awal, target sebenarnya yang paling berharga bagi Pria Tua itu adalah dirinya sendiri.Beberapa detik berlalu da
Dernière mise à jour : 2026-09-16 Read More