#Kamar 1313 "Kalau kerjaannya cuma melamun, kapan selesainya?!" Bentakan Supervisor Frans menggema di koridor hotel, merusak ketenangan siang itu. Arga yang sedang mendorong troli kebersihan langsung tersentak. Beberapa staf menoleh, sebagian besar menyeringai mengejek. "Wajar saja kamu miskin terus!" lanjut Frans berapi-api. "Kerja lambat, otak juga lambat!" Tangan Arga mengepal kuat pada besi troli hingga buku jarinya memutih. Kalau aku tidak butuh uang, aku pasti sudah meninju wajah manajer sialan ini sekarang juga! Rahangnya mengeras saat batinnya merutuk. Kenapa harus aku yang dilahirkan miskin? Dua tahun sudah ia bertahan sebagai cleaning service di Hotel Grand Meridian. Selama itu pula nasibnya tak pernah berubah. Gaji pas-pasan habis untuk kontrakan sempit dan tagihan yang selalu datang lebih cepat daripada tanggal gajian. Namun, beban terberatnya adalah biaya pengobatan ibunya di kampung. Ponsel di sakunya bergetar, memunculkan nama yang membuat dadanya kian sesak, I
Terakhir Diperbarui : 2026-06-13 Baca selengkapnya