#Pemuda Bernama Damar Meninggalkan pasar budak ternyata tidak membuat pikiranku tenang. Semakin jauh aku berjalan menyusuri jalanan Kota Sibolis yang padat dan bising, semakin sering bayangan pemuda berpedang itu muncul di kepalaku. Di kota yang dipenuhi pemburu, pedagang gelap, pembunuh bayaran, pemilik batu kekuatan, serta berbagai manusia aneh dari seluruh penjuru Bonua Toru, seharusnya tidak ada alasan bagiku untuk memikirkan seorang budak yang bahkan belum kukenal. Namun setiap kali mengingat tatapannya, aku selalu teringat pada seseorang yang kutinggalkan di bumi. Ada sesuatu dalam sorot mata pemuda itu yang mengingatkanku pada anak pertamaku. Tatapan yang keras kepala, penuh perlawanan, dan tidak mau tunduk kepada siapa pun. Karena itulah, ketika langkahku terhenti di sebuah persimpangan jalan, aku akhirnya menghela napas panjang sebelum berbalik arah. Lira bahkan tidak terlihat terkejut ketika menyadari apa yang akan kulakukan. "Aku sudah tahu kau akan kembali," katanya
Last Updated : 2026-07-09 Read more