Share

BAB 19

Author: Rosela2505
last update publish date: 2026-07-19 00:23:47

#Gadis yang Mengenal Jacob

Aku tidak langsung memotong penjelasan Lira. Ada sesuatu dalam cara gadis itu berbicara yang membuatku merasa bahwa kenangan ini sudah terlalu lama ia simpan sendirian. Nyala api unggun memantulkan cahaya kemerahan ke dinding bangunan tua yang kami tempati, sementara angin malam sesekali menyusup melalui celah-celah batu dan membawa hawa dingin khas Gurun Abu.

"Aku tidak tahu siapa dia saat itu," lanjut Lira sambil memandangi nyala api yang menari pelan di hadapannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 75

    PEMBURU DI KANDANG MANGSA part 2Ruangan pribadi Raja Herek berada jauh di bagian terdalam istana.Pintu kayu hitam yang menjulang tinggi dijaga oleh beberapa pengawal bersenjata, sementara simbol-simbol aneh terukir di permukaannya seperti penanda bahwa tidak sembarang orang diizinkan masuk.Ketika pintu akhirnya dibuka, aroma yang tidak biasa langsung menyambut Sera.Ada bau dupa yang menyengat.Ada aroma darah yang samar.Dan ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang membuat nalurinya langsung waspada.Di tengah ruangan, Raja Herek sedang duduk di atas kursi besar yang menyerupai singgasana.Mata kuning keemasannya langsung tertuju pada Sera begitu ia masuk.Tatapan itu terasa seperti tangan tak kasat mata yang sedang berusaha membedah isi pikirannya."Itu pilihan yang cerdas."Suara Raja Herek terdengar berat dan kasar."Kebanyakan manusia menangis sebelum

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 74

    PEMBURU DI KANDANG MANGSA Malam perlahan menyelimuti Desa Tarutung, membawa hawa dingin yang membuat jalan-jalan desa menjadi semakin sepi. Dari jendela penginapan, aku masih dapat melihat siluet istana Raja Herek yang berdiri di atas bukit, menjulang tinggi seperti bayangan raksasa yang mengawasi seluruh wilayah di bawahnya. Cahaya obor yang menyala di sepanjang dinding batu memantulkan warna jingga redup ke langit malam, membuat bangunan itu tampak lebih menyeramkan daripada siang hari.Di dalam kamar, suasana sebenarnya tidak sepenuhnya sunyi.Lira dan Togar masih berdebat seperti biasa.Lebih tepatnya, Lira sedang berusaha meyakinkan semua orang bahwa dirinya masih terlihat muda, sementara Togar tampaknya menikmati setiap kesempatan untuk menggodanya."Aku tidak terlihat tua!" protes Lira untuk kesekian kalinya.Togar mengangkat sebelah alis sambil menyesap minumannya."Kau hidup lebih lama daripada seluruh pen

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 73

    MASUK KE SARANG MONSTER Pandanganku kembali tertuju pada Raja Herek."Kita akan mengakhiri semua ini."Dan demi tujuan itu, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku harus memaksa diri tetap diam saat melihat ketidakadilan terjadi tepat di depan mata.Tangisan masih terdengar dari berbagai penjuru lapangan ketika para pengawal kembali melanjutkan pemanggilan nama. Setelah melihat apa yang terjadi pada pemuda yang mencoba melindungi adiknya, tidak ada lagi seorang pun yang berani mengangkat suara untuk menentang keputusan Raja Herek. Tubuh pemuda itu masih terbaring di tanah dengan kulit yang mulai berubah warna akibat racun, sementara keluarganya hanya bisa menangis dan memanggil namanya tanpa mendapat jawaban.Pemandangan itu membuat suasana lapangan terasa semakin menyesakkan.Aku akhirnya memahami mengapa selama bertahun-tahun tidak pernah ada perlawanan besar yang muncul di desa ini. Raja Herek tidak hanya mengandalkan kekuatan untuk mempertahankan kekuasaannya. Dia menggunakan ke

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 72

    KEKUATAN ASAP Raja Herek menaiki panggung kayu itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Anehnya, keheningan yang mengiringi kemunculannya justru terasa jauh lebih menekan daripada teriakan atau ancaman apa pun. Seluruh lapangan seolah menahan napas ketika makhluk itu berdiri di tengah panggung dan membiarkan tatapannya menyapu kerumunan secara perlahan.Matanya bergerak dari satu wajah ke wajah lain, seakan sedang menilai setiap orang yang berdiri di hadapannya. Tidak ada yang berani membalas tatapan itu. Banyak penduduk justru menundukkan kepala lebih rendah saat pandangan Raja Herek melewati mereka, seolah melihat langsung ke arah penguasa desa itu merupakan sebuah kesalahan yang dapat mengundang malapetaka.Aku mengamati sosoknya dengan lebih saksama.Tubuhnya memang menyerupai kera raksasa, tetapi tidak ada lagi kesan hewan liar dalam gerak-geriknya. Cara ia berdiri menunjukkan kesadaran penuh akan kekuasaan yang dimilikinya. Ada kesombongan d

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 71

    RAJA DI ATAS KETAKUTANKeesokan paginya, Desa Tarutung terbangun dalam suasana yang jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tidak terdengar tawa anak-anak yang biasanya berlarian di sepanjang jalan tanah desa, dan para pedagang yang setiap pagi bersahut-sahutan menawarkan dagangan pun memilih diam. Bahkan udara terasa lebih berat, seolah seluruh desa sedang memikul ketakutan yang sama.Aku, Sera, dan Lira berjalan menuju lapangan utama mengikuti arus penduduk yang bergerak ke arah yang sama. Sepanjang perjalanan hampir tidak ada percakapan yang terdengar. Orang-orang hanya melangkah dengan kepala tertunduk dan wajah muram. Beberapa ibu menggenggam tangan anak perempuan mereka begitu erat hingga buku-buku jari mereka memutih, seakan mereka takut kehilangan putri mereka jika melepaskan genggaman itu walau hanya sesaat.Pemandangan tersebut membuat dadaku terasa sesak.Saat kami tiba di lapangan, hampir seluruh penduduk desa telah berkumpul di sana.

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 70

    BAYANGAN DIBALIK KABUTMalam di Desa Tarutung terasa jauh lebih sunyi dibandingkan biasanya. Dari jendela kamar penginapan, aku dapat melihat deretan rumah yang telah menutup pintu dan jendelanya rapat-rapat, sementara cahaya lampu minyak yang redup memantulkan bayangan panjang di sepanjang jalan desa. Semuanya tampak tenang di permukaan, tetapi setelah mendengar begitu banyak cerita tentang Raja Herek, aku tidak bisa lagi melihat desa ini sebagai tempat yang damai.Pikiranku terus memutar berbagai kemungkinan yang membuatku sulit beristirahat. Semakin lama aku memikirkannya, semakin kuat perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Raja Herek telah menguasai desa ini selama bertahun-tahun. Dia bukan orang bodoh yang bisa dijebak dengan cara sederhana, apalagi seseorang yang mampu bertahan selama itu sambil mengendalikan begitu banyak orang melalui rasa takut.Bagaimana jika dia sudah mengetahui keberadaan kami sejak hari pertama kami tiba di Tarutung?Bagaimana jika dia sudah mendeng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status