Masuk“Mengapa mereka mengirim benang sulam lagi? Bukankah beberapa waktu lalu mereka sudah mengirim kemari?”
Yin Anzhu memeriksa isi keranjang yang baru saja diantarkan seorang pelayan kecil dari gudang.
Taotao mendekat dan ikut memeriksa. Tidak lama kemudian ia mulai mengomel. “Mereka tidak mengirim minyak lampu yang kita b
Nyonya Tua Du muncul dari balik pintu gerbang yang belum lama ini diganti. Sebuah keranjang anyaman penuh dengan sayuran liar tergantung di punggung bungkuknya. Pada musim itu, di gunung belakang rumah mereka, sayuran liar tumbuh bagaikan rumput liar. Orang-orang desa memanfaatkan ini untuk keluar lebih awal, memetik banyak untuk dibawa dan dijual ke pasar kabupaten. Melihat neneknya kembali, Yin Anzhu berdiri dari bangku dan menyambutnya ke pintu. “Nenek sudah bekerja keras,” ujarnya. Ia melepaskan keranjang dari punggung Nyonya Tua Du dan membawa keranjang yang cukup berat itu ke ruang dapur. Tak lama kemudian, ia keluar lagi dengan cangkir di tangan. Ia menyerahkan air hangat kepada neneknya yang sudah duduk dengan kaki diluruskan. Nyonya Tua Du menatap cucu kesayangannya, bertanya sambil lalu, “Anzhu, kau tidak ingin mengunjungi ayahmu di Kabupaten Jing?” Yin Anzhu mengernyit. Ia menghempaskan diri pada bangku di samping. “Kenapa? Nenek ingin dia memanfaatkanku lagi untuk
Awalnya, saat Yin Anzhu mencari tahu masalah Aula Ruyi, ia pergi ke toko-toko lain yang menjual barang yang sama, termasuk beberapa toko milik keluarga Shangguan di Pasar Timur.Ia menemukan bahwa toko mereka bahkan menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal. Penasaran, ia berdiskusi dengan ibu mertuanya dan meminjam buku pembelian dari pengurus.Dia kemudian mendapati keuntungan toko keluarga yang seharusnya lebih tinggi, namun tercatat lebih rendah. Dengan jeli ia juga menemukan bahwa cukup banyak ketidaksesuaian pada pencatatan buku pembelian dan penjualan.Karena hal inilah mereka akhirnya mencurigai adanya kecurangan yang terjadi. Setelah diam-diam diselidiki, akhirnya terkuak bahwa salah seorang pengelola toko yang merupakan orang Selir Meng-lah yang melakukan penggelapan.Dengan ancaman dari Nyonya Su, melalui Song Mama, pengelola itu akhirnya mengaku bahwa ia diperintah oleh Selir Meng untuk melakukan itu, juga tahu bahwa hasil penggelapan selama ini dikirim ke se
Seminggu kemudian, seorang mak comblang tiba di kediaman.Ketika Nyonya Tua mengumpulkan orang-orang, ia memberitahu bahwa Tuan Kedua Jiang akan secara resmi bertunangan dengan Shangguan Zhiyi.Ini sedikit mengejutkan, karena sebelumnya mereka sempat mendengar bahwa Shangguan Zhiyi ingin mengakhiri perjodohan.Tidak disangka, orang yang akan bertunangan kini tidak berkata apa-apa. Hanya bersikap seperti biasa, seolah-olah perkataan sebelumnya tidak pernah terucap darinya.Sementara orang-orang menganggukkan kepala, turut senang mendengar kabar ini, Selir Meng menundukkan wajahnya, mengangkat sapu tangan dan menutupi mulutnya. Kilatan dingin yang tak terlihat oleh orang-orang melintas di matanya.Pasangan yang begitu baik, yang coba ia usahakan untuk putrinya, pada akhirnya gagal didapatkan. Seharusnya ia memastikan rencana itu berjalan lancar hingga akhir!Sementara ia menyembunyikan ekspresinya, Nyonya Tua beralih padanya sekilas. Setelah beberapa saat, ia berkata kepada semua orang,
Shangguan Chen menggulung kembali lukisan kaligrafi di tangannya, meletakkannya ke atas meja.“Kau terlalu banyak berpikir,” ujarnya tanpa emosi.“Bukan?” Yin Anzhu penasaran. “Lantas?” Namun seperti biasa, pria itu tidak menanggapi. Ia mengabaikan Yin Anzhu, mengambil teh, dan menyeruputnya dengan sikap bersahaja.Yin Anzhu mengangguk-angguk, lalu bergumam sendiri. “Benar juga. Rasanya kau bukan orang seperti itu.”“Lalu, orang seperti apa aku?”Pria itu menurunkan cangkir, matanya menatapnya lurus.Yin Anzhu kembali menopang dagunya. Ia memikirkan pertanyaan barusan.“Hmmm… Kau pria licik yang tidak menyukai wanita…”Ia menatap Shangguan Chen dengan alis terangkat. “Aku benar?”Tidak ada jawaban. Namun, kali ini pria itu menatapnya dua detik lebih lama dari biasanya.Sementara itu, tampaknya perselisihan pasangan di depan telah mencapai puncak. Shangguan Zhiyi berseru, berkata tidak ingin melanjutkan pertunangan mereka lagi kepada Jiang Wenxiu. Setelah mengatakan itu dengan marah,
"Panggilkan Nyonya Muda kalian," perintah Shangguan Zhiyi begitu melangkah masuk melalui gerbang bulan di Halaman Bambu Hijau.Ia berdiri menunggu dengan tangan di pinggang. Sorot matanya menajam tidak senang.Rong Mama yang kebetulan sedang berjalan ke depan, berhenti dan membungkuk menyapanya, "Nona Kedua."Mendapati raut wajah Shangguan Zhiyi yang seperti akan pergi menemui seorang musuh bebuyutan, Rong Mama tidak langsung melakukan instruksi barusan. Alih-alih, ia bertanya, "Nona Kedua akan menemui Nyonya?"Kening Shangguan Zhiyi berkerut tidak sabar. Ia memandang berkeliling. Melihat Rong Mama masih berdiri di tempat, ia kembali bergerak, "Lupakan. Biar kutemui dia di kamar. Dia pasti ada di sana, kan?"Rong Mama buru-buru mencegah. "Nona Kedua, Anda tidak bisa..."Akan tetapi, gadis itu sudah berjalan cepat menyusuri jalan setapak taman menuju ke arah paviliun utama. Terbayang suasana hatinya yang tidak bersahabat, dan mengingat apa yang terjadi terakhir kali, Rong Mama takut
Di Halaman Plum, keributan kecil terjadi saat Xixi tiba.“Aku tidak akan pergi!” sahut Shangguan Zhiyi tegas.Tong’er melihat alis halus nona mudanya mengeras, ia menoleh pada Xixi, menggeleng, “Kembalilah dan katakan kepada Tuan Muda Sulung, Nona Kedua sedang tidak begitu sehat.”Xixi melirik ragu-ragu ke depan, kepada Shangguan Zhiyi yang terlihat akan mengamuk jika ia masih bersikeras memintanya datang. Ia segera menunduk patuh, berkata “Baik,” lalu beranjak dari sana.Tong’er mengambil wadah lampu minyak di atas meja. Ia melirik nona mudanya, berujar sambil lalu, “Tuan Kedua Jiang sudah lama tidak berkunjung kemari. Belakangan ini saya dengar beliau sering bertugas di luar kota.”Ia menuangkan minyak lampu ke dalam wadah poselen berhias pola sederhana. “Begitu sulit mendapatkan waktu senggang, tidakkah sayang jika Nona tidak pergi menemuinya barang sebentar?”Ia ingin menambahkan “bagaimanapun, dia adalah tunangan Anda,” namun ia memutuskan tidak mengungkitnya. Akhir-akhir ini, n







