Seliza sempat berpikir akhir seperti ini tidak buruk. Setelah ini dia tidak akan merasakan sakit lagi, dan kalaupun sakit, akan ada orang yang menyayanginya.Akhirnya, dia bisa berkumpul lagi dengan ayah dan ibunya.Namun, suara pintu didobrak paksa terdengar. Dia refleks membuka mata. Di tengah kepungan asap hitam pekat, dia melihat sepasang mata sehitam batu permata yang begitu indah.Harvey menariknya keluar dari ilusi kematian itu dengan paksa.Padahal di hari pertama dia tiba di kediaman Keluarga Gantara, pria itu sama sekali tidak memedulikannya. Namun, nyatanya pria itu datang menyelamatkan nyawanya.Kabar yang dia dengar sore itu, setelah membopongnya keluar dari kobaran api, Harvey melontarkan ancaman tegas, “Berani-beraninya kalian menyentuh orang-orang Keluarga Gantara!”Setelah itu, tidak ada yang berani merundungnya lagi. Sejak momen itulah, Harvey menanamkan benih asmara di hati kecil Seliza, hingga tumbuh subur saat masa pubertasnya dan menjadi perasaan cinta yang tida
Read more