Saat Seliza terbangun, hari sudah terang di luar.Begitu hendak duduk, kepalanya mendadak pening luar biasa. Dia terpaksa menekan dahinya erat-erat dan kembali terempas ke ranjang.Jika klub tempatnya minum semalam bukan milik Aris, dia pasti akan mengira telah meminum alkohol palsu.Namun, bagaimana bisa dia terbangun di kamarnya sendiri di Kediaman Yosari?Seingatnya, setelah mabuk semalam, Winda memapahnya ke toilet.Seliza memijat pelipisnya, mencoba mengingat kembali kejadian semalam. Namun, selain Winda, memori di kepalanya hanya menampilkan potongan-potongan gambar yang kabur tentang kehadiran Harvey.Mengenai apa yang mereka lakukan atau katakan, dia sama sekali tidak ingat.Seliza refleks memeriksa kondisi tubuhnya. Tidak ada yang aneh, dan pakaian yang dia kenakan masih sama dengan pakaian kemarin.Dia berbaring diam sambil mengosongkan pikiran. Setelah beberapa saat, dia menjilat bibirnya yang kering lalu meraba kasur untuk mencari ponselnya.Saat melihat layar, waktu sudah
Read more