Saat Seliza berusia delapan belas tahun, dia pernah memberanikan diri meminjam uang dari Harvey. Tujuannya hanya satu, ingin membeli kembali gelang ibunya di acara lelang.Waktu itu Harvey sudah berusia dua puluh tiga tahun, penerus resmi Perusahaan Gantara. Meski belum memegang kendali penuh, kekayaannya sudah melimpah ruah hingga sanggup menyamai kekayaan sebuah negara. Seliza mengira, jika dia meminjam uang, pria itu pasti akan bersedia membantu.Namun, begitu mendengar permohonan Seliza, pria yang duduk di kursi kerja itu menolak mentah-mentah tanpa mendongak untuk melihatnya. Tidak peduli bagaimana Seliza memohon dan menangis di hadapannya, pria itu tetap tidak bergeming, hingga akhirnya menyuruh Rudi mengusir Seliza dari ruang kerja.Tepat saat pintu hampir tertutup rapat, Harvey mendongak dan melayangkan pandangan. Tatapan mata pria itu bak jurang dalam yang tak berdasar, begitu mengintimidasi sekaligus mengiris hati."Masih sekecil ini, tapi pikiranmu sudah dipenuhi hadiah p
اقرأ المزيد