Share

Irawan Yang Jatuh cinta

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-10-07 08:46:18

Paginya seperti yang dijanjikan, Sari pergi ke rumah Wardah yang merupakan warga pendatang di pulau tersebut. Perempuan paruh baya itu hidup seorang diri, memiliki dua orang anak yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Usianya hampir seusia Yudha dan Sari, meski kerjaan itu hanya sebatas mengolah ikan untuk dikeringkan namun hasilnya cukup membuat mereka tidak kekurangan.

"Fatin dan Arman, perkenalkan ini Sari. Mulai hari ini dia membantu kita mengolah ikan, perlakukan dia dengan baik karen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Kembalinya Sang Jagoan

    Di kediamannya, Suseno baru menerima tamu terakhirnya yang datang untuk urusan piutang. Saat melihat Wati berdiri di ambang pintu, Suseno langsung meminta tamunya itu pergi. Kali ini Irawan sedang tidak berada di rumah. "Pak, aku ke sini untuk menebus kesalahanku. Memang aku mengakui jika uang itu aku pakai untuk kebutuhan sehari-hari, tak masalah jika aku harus menggantinya dengan pekerjaan yang lain," ucap Wati dengan wajah tertunduk."Masuk dulu," pinta Suseno, ia kembali duduk dan menghela napas panjang. "Uang itu tak sedikit, aku mengira jika uang itu habis dipakai oleh Sari, tapi ternyata justru kami pakai sendiri. Aku kehilangan muka di depan dia karena ulahmu. Dia perempuan baik tidak seperti yang aku kira sebelumnya," gumam Suseno. "Be--benar, Pak. Dia memang perempuan yang baik, dan aku juga terpaksa memakai uang itu karena enggak memiliki pilihan lain," balas Wati. "Lalu Bagaimana kamu bisa mengembalikan uang itu? Sedangkan di sini aku tidak punya pembantu, jika kamu ber

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Tawaran Suseno

    Warna dan motif celana dalam itu sangat familiar, ada bekas cairan di sana. Suseno yakin jika Wati merahasiakan sesuatu di rumah ini. "Kamu ada main dengan anakku? Jika begini caramu, maka jangan salahkan aku jika nanti aku berbuat kasar!" bentak Suseno, Wati terdiam seribu bahasa. Dengan cepat Wati menyambar celana itu, terjadi tarik menarik antara Suseno dengan Wati. "Bawa siniiii!" Suseno mendorong Wati hingga jatuh terlentang, kain yang dia pakai tersingkap hingga lekuk tubuh bagian atas terlihat oleh Suseno. Gede, putih dan kenyal dengan sisa peluh yang masih menempel. Suseno memandang tanpa berkedip, pantas saja jika Irawan sering ke sini rupanya Wati yang merupakan seorang janda memiliki pesona tersembunyi. Suseno sampai menelan air liur. "Bapak enggak boleh begini, celana itu milik mantan suamiku, dia beberapa hari yang lalu ke sini menengok anak," ucap Wati setelah diam untuk mencari alasan, ia berdiri dan menautkan kain menutupi tubuhnya yang tadi sempat terekspos."Manta

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Ketahuan

    Wati begitu bersemangat, ia merangkul pundak Irawan dan melumat bibir pemuda itu. Dengan berani dia meletakkan tangan Irawan ke melon kembarnya untuk disesap. "Wan, lebih kencang ... remas aaaakh!" rancau Wati. Perempuan itu menggoyangkan pinggulnya, bahkan tak perduli jika mereka masih memakai pakaian lengkap. "Lepas semuanya, biar kulit kita menyatu dalam kehangatan, Wan. Aku benar-benar gak tahan, uuuuh!" imbuh Wati yang berbicara dengan mata terpejam. Irawan semakin mahir, dia mengikuti semua perintah Wati dengan maksud mempelajari bagaimana sisi sensitif seorang perempuan.Di sisi lain, Sari baru sampai di rumah. Pikirannya semrawut, ada rasa bersalah jika dia terus memaksakan hubungan itu berlangsung padahal dia tahu akhirnya tak akan pernah direstui oleh orang tuanya Irawan yang terkenal sebagai seorang lintah darat.Klek!Pintu rumah dibuka, Sari masuk. Namun ketika hendak mengunci pintu, tiba-tiba ada yang menahan pintu itu agar tetap terbuka. Sari terkejut, Pak Suseno suda

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Wati Yang Bergejolak

    Malam yang sunyi, Sari duduk termangu di dermaga. Sesekali ia menoleh ke arah jalan berharap Irawan segera datang, dengan dandanan sederhana ia menunggu seseorang yang dia sebut cinta. "Apa pantas aku buatnya? Perasaan ini tak dapat berdusta, aku menginginkan Irawan," batin Sari, ia tahu cintanya tak mungkin direstui tapi harapan pasti ada jika Irawan pun memiliki perasaan yang sama.Dengan mengayuh sepeda sekuat tenaga, Irawan tiba di sana. Semua pelajaran dari Wati telah ia cerna dan siap dipraktekkan. Dalam pikiran Irawan, Sari seorang perempuan yang haus belaian. "Sari, haiii!" sapa Irawan, senyum Sari merekah. Dia melihat Wawan yang pertama bertemu pemalu, kini sedikit berani. "Wan, kamu berkeringat," Sari melihat peluh menetes di sekujur badan Irawan, pemuda itu mengusap dengan lengannya. "Aku bawakan ini," langsung Irawan memberikan satu kotak berisi perhiasan berupa cincin, Sari termangu untuk beberapa saat. "Buat apa?" "Ya buat kamu dong, sini aku pasangin," Irawan meraih

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Irawan Yang Jatuh cinta

    Paginya seperti yang dijanjikan, Sari pergi ke rumah Wardah yang merupakan warga pendatang di pulau tersebut. Perempuan paruh baya itu hidup seorang diri, memiliki dua orang anak yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Usianya hampir seusia Yudha dan Sari, meski kerjaan itu hanya sebatas mengolah ikan untuk dikeringkan namun hasilnya cukup membuat mereka tidak kekurangan. "Fatin dan Arman, perkenalkan ini Sari. Mulai hari ini dia membantu kita mengolah ikan, perlakukan dia dengan baik karena di saat yang bersamaan kita butuh orang untuk membantu pekerjaan kita," Wardah memperkenalkan Sari pada dua orang anaknya. "Semoga kerasan ya, pekerjaan di sini cukup kasar. Bukan pekerjaan yang diinginkan perempuan muda, badan akan ikut amis karena aroma ikan," Fatin menghamilinya dan bersalaman, sementara Arman cuma menoleh sambil meletakan ikan yang telah disembelih ke wadah untuk dikeringkan. Pekerjaan di sana tidak terlalu berat, namun setiap proses yang dikerjakan membutuhkan waktu dan

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    aaaah enak

    "sekarang ngapain lagi?" tanya Wawan saat Wati hendak duduk di pangkuannya dengan posisi membelakangi. "Sttt, diam ... biar aku yang tunjukan caranya," Wati meraih milik Wawan, mengarahkan ke depan apem legitnya yang basah. "Kamu siap?" Wati menoleh ke Irawan, pemuda itu mengangguk pelan. Sleeep!Pusaka itu masuk perlahan-lahan, terasa hangat dan basah. Wawan yang baru pertama kali merasakan sentuhan seperti ini menahan napas, ia merasakan sensasi aneh yang mulai menjalar. Wati menggerakkan pinggulnya naik turun, gerakannya stabil dan lincah bahkan Wawan tak perlu susah-susah mengimbangi. "Uhmm, ini enak banget, Mbak ... aaaakh!" Irawan terpejam, ia merasakan miliknya terbenam di area yang lembut dan basah. Sekitar lima menitan, Wati merubah posisi. Kali ini menghadap ke Irawan. "Kamu hisap di sini, paham?" Janda itu menyodorkan satu melonnya ke wajah Wawan, tanpa disuruh dua kali Wawan pun mulai memberikan hisapan seperti bayi yang kehausan, sementara Wati bergerak cepat dengan ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status