Share

Terhina Luar Biasa

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-10-05 08:50:00

Kedekatan antara Sari dan Irawan terjalin rapi, tanpa ia sadari telah jatuh cinta pada pria tampan anak Pak Suseno yang dikenal sebagai rentenir dari desa sebelah.

Sore itu, Irawan membawakan pisang dan makanan ringan ke gubuk Sari, namun saat tiba di sana Wati pun juga ada. "Eh, Mbak Wati ... dari tadi ya," sapa Irawan saat menyandarkan sepedanya di dinding gubuk.

"Baru juga mau pergi. Irawan, aku lihat kamu sering ke sini, atau jangan-jangan kalian sedang berpacaran ya?" selidik Wati, muka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Terhina Luar Biasa

    Kedekatan antara Sari dan Irawan terjalin rapi, tanpa ia sadari telah jatuh cinta pada pria tampan anak Pak Suseno yang dikenal sebagai rentenir dari desa sebelah. Sore itu, Irawan membawakan pisang dan makanan ringan ke gubuk Sari, namun saat tiba di sana Wati pun juga ada. "Eh, Mbak Wati ... dari tadi ya," sapa Irawan saat menyandarkan sepedanya di dinding gubuk. "Baru juga mau pergi. Irawan, aku lihat kamu sering ke sini, atau jangan-jangan kalian sedang berpacaran ya?" selidik Wati, muka Irawan langsung merah. Dia memandang Sari yang sedang membuatkan minuman di belakang. "Mbak, ngomong apa sih? Kami cuma teman, kan dulu aku juga tinggal dekat sini, lama tak bertemu tau-tau dia sudah tumbuh jadi gadis dewasa yang----" ucapan Irawan terhenti saat Sari berjalan ke arah mereka. 'Yang cantik tentunya, dia juga baik dan ramah," Wati menyambung omongan Irawan. "Hahaha! Iya iya, Sari benar-benar cantik," puji Irawan, ucapan itu didengar oleh Sari, kakak tiri Yudha itu tak bisa menyembu

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Rayuan Maut

    Kapal itu mulai kembali berlayar meninggalkan pulau angker yang selama ini dikenal sebagai Kota Tembaga, ternyata keadaan pulau tersebut tidak seindah yang diceritakan para pelaut tua. Yudha duduk di bagian kemudi, pikirannya berkecamuk. Sudah hampir satu minggu lebih dia meninggalkan Desa Nelayan demi kehidupan yang lebih baik namun kenyataannya dia justru terperangkap dan nyaris mati di sana. "Semoga setelah ini tidak ada sesuatu yang buruk terjadi lagi," ucap Sekar."Kita telah ditipu oleh juragan Kardi, pantas saja dia berani memberikan upah yang sangat besar untuk membantu pelayaran bulan madu tersebut. Ternyata di balik kebaikannya tersimpan niat jahat," gumam Parjo. "Sudahlah, yang penting sekarang kita bisa lolos dari cengkraman mahluk aneh penghuni Pulau tersebut, selanjutnya tinggal menghadapi Kardi. Pilihan ada pada kita, mau tetap di sana atau pergi, kalau aku sih ... setelah ini usai akan memulai kehidupan di tempat lain yang lebih tenang," timpal Jono. Sekar kembali k

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Bisa Kabur

    Malam kian larut semua orang yang ada di tempat itu tak berani keluar, sedangkan Yudha masih berdiri di kegelapan malam dengan aroma anyir darah ikan di tubuhnya. Dia berjalan seorang diri menuju pantai, rupanya ada kapal lain yang terdampar di sana. Terlalu malam jika ia harus memeriksa ke sana, namun suara orang-orang yang baru datang membuat Yudha penasaran."Lihat ini emas! Apa yang kita temukan di pulau ini harta, kita akan kaya!" "Ya, benar! Tak perlu kerja seumur hidup, kita akan membeli semuanya!"Teriak mereka yang belum menyadari akan bahaya yang mengintai, Yudha masih bersembunyi di antara semak belukar. Ketika orang-orang itu hendak masuk ke hutan, tiba-tiba mahluk mengerikan itu datang dari segala penjuru, menyerang dan mencabik-cabik seolah-olah mereka tak pernah makan. "Biadab! Mahluk apa ini?!" gumam Yudha, orang-orang yang datang dalam keadaan tersesat itu ketakutan, ketika mundur mereka terhalang oleh hutan namun ketika maju makhluk-makhluk menyeramkan datang denga

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Teror

    Semuanya masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat-rapat bahkan mematikan setiap nyala cahaya di tempat itu, bernafas pun mereka harus hati-hati. "Kenapa kita harus seperti ini? Aku tidak bisa tenang di dalam kegelapan seperti sekarang, setidaknya nyalakan satu pijar," pinta Sekar, namun Jono enggan menuruti sebab jika ada cahaya di ruangan tersebut sama artinya membiarkan mereka mati dimangsa mahkuk mengerikan penghuni Kota bekas wilayah tambang tersebut. "Jangan egois, kita semua mau tetap hidup begitu keluar dari sini," ujar Parjo. Terpaksa malam itu dilalui dengan berada di tempat gelap, Yudha dan Jono berjaga di dekat pintu. Adiknya Sari itu sangat lelah, ia bersandar pada dinding sambil membawa parang. Satu persatu mereka mulai tidur, namun sekitar jam tiga dini hari terdengar suara raungan dan langkah kaki setengah diseret."Yudha, aku takut," ratap Sekar, dia mendekati Yudha yang berjaga. "Ssttt! Kita enggak tau itu suara apa, sebaiknya diam dan jangan berbicara," bisi

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Bukit Tengkorak

    Yudha terdiam beberapa saat, dia mungkin bisa mengambil sebongkah emas dan merubah hidupnya yang miskin menjadi kaya tapi belum tentu bisa merubah takdirnya menjadi orang yang hidupnya bahagia. Bahagia tidak selamanya diukur dengan harta, tapi dengan kebersamaan dan kerja keras maka hasilnya akan terasa luar biasa. "Baik, tentunya ada alasan kenapa barang-barang itu ditinggalkan begitu saja di sini. Ayo, sebaiknya kita pergi ke atas bukit hanya untuk memastikan jika niatku pergi ke Kota Tembaga adalah salah. Aku memang menginginkan berada di sini untuk bekerja dan memperbaiki kualitas hidup, tapi yang aku lihat sekarang hanya sisa-sisa belaka yang pernah ada dunia," ujar Yudha mantab. Dia melangkahkan kaki menuju atas bukit, jalannya tidak mudah karena di sepanjang jalan dia sering melihat serpihan tengkorak dan tulang-belulang manusia. Dia tidak bisa membayangkan, seperti apa kehidupan di masa lalu tempat ini sehingga menjadikannya begitu menyeramkan. "Harus ada jawaban yang masuk

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Dunia Tersembunyi

    Gelora Cinta Di RimbaMendengar Sekar berteriak, Jono langsung bersembunyi. Berbeda dengan Yudha, ia melihat ke depan dengan sikap waspada. "Jangan panik, mungkin itu cuma angin," ujarnya. Setelah sekian detik, semak belukar kembali tenang dan mereka pun melanjutkan perjalanan mencari sesuatu yang bisa digunakan. "Desa apa ini? Kenapa semua orang pergi," gumam Yudha, ia sampai di sebuah gapura besar yang tertutup semak belukar, rumah-rumah yang kokoh berbahan bata namun tampak kusam karena lama tak dihuni. "Mungkin penduduknya pergi, tewas karena wabah penyakit atau karena bencana," ucap Jono. "Jika bencana belum tentu, rumah-rumah itu masih utuh. Mungkin karena penyakit juga bisa, dan semuanya pergi untuk mencari kehidupan lain," timpal Yudha. Mereka mendekati sebuah rumah, rumput hampir menutupi akses masuk ke sana."Yudha, kamu mau apa?" Sekar tampak ketakutan ketika Yudha mendorong pintu rumah tersebut. Braaak!Hanya sekali dorong, pintu itu rubuh. Puluhan kecoa dan tikus ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status