Fatma, nama itu bahkan tidak cocok dengan penampilannya yang 80% menyerupai orang kulit putih Eropa. Meskipun pakaian perempuan itu seperti gadis pesisir pada umumnya memakai kain sarung dan kebaya saat menjemur ikan, namun aura wajahnya berbeda. Hidung mancung dan mata biru, membuat Fatma seperti turis yang tersesat dan tak bisa kembali ke negaranya."Kulo nuwun," sapa Yasmin sambil menarik ujung baju Yudha."Nggih, Mbak ... monggo," Fatma berhenti beraktivitas sejenak, ia meletakkan besek bambu berisi ikan kering ke rak kayu lalu mengikat kain sarung di pinggang."Saya Yasmin, Mbak ... ini Mas Dirga, adiknya Mbak Sari," Yasmin memperkenalkan diri, meskipun ia warga setempat namun sejak kecil tinggal di desa lain membuatnya merasa banyak orang tak ia kenal cukup dekat di sini."Oalah, adiknya Mbak Sari toh, wonten nopo? Monggo, duduk dulu," Fatma mengarahkan tamunya untuk duduk di teras rumah yang sejuk."Soal kapal kuno itu, apakah kami boleh menyewanya?" tanya Yasmin setelah sediki
Last Updated : 2026-07-27 Read more