Share

Zahra Juragan Udang

Author: Sedap Malam
last update publish date: 2026-07-30 23:52:58

Misteri tentang hilangnya jenazah itu belum juga terungkap, namun sudah membuat ketakutan di hati warga merebak dengan cepat. Kabar tentang kemungkinan penggunaan jenazah untuk ilmu hitam disebut-sebut menjadi momok yang menakutkan bagi warga yang tinggal di dusun kecil tersebut.

Yudha kembali ke warung, ia coba mengabaikan peristiwa yang terjadi termasuk hubungannya dengan Fatma. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa rasa bersalah itu tetap ada, harusnya kedekatan di antara mereka tidak pernah ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pesta Anggur dan Wanita Penghibur

    "Lihatlah, bapakmu telah merubah desa nelayan menjadi tempat hiburan malam," kata Yudha saat menarik perahu kecil itu ke permukaan tanah. "Aku tau, tambah tua bukannya tobat malah sibuk nyari bini muda. Dan ... kembalinya Mbak Sari akan membuat dia semakin tergila-gila," sahut Ratna yang malu akibat ulah bapaknya.Desa yang dikenal memiliki nelayan-nelayan tangguh itu hanyalah tinggal nama, sejak Kardi pergi dan membawa semua lelaki berlayar untuk mendapatkan harta di dasar lautan maka yang tersisa di desa itu hanya kaum manula dan anak-anak saja, apalagi musibah kapal yang karam menewaskan hampir separuh awak kapal hampir benar-benar membuat desa itu kehilangan kaum lelaki."Sekarang kita ke mana? Rumah kita udah hancur rata dengan tanah," ujar Sari, ia berhenti melangkah dengan tatapan bingung sebab tempat yang dia sebut rumah hanya bersisa puingnya saja."Kamu bisa tinggal di rumahku, kebetulan tambak udang milikku butuh perawatan," Hesti menawarkan tempat tinggal. "Ide bagus, kamu

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Membawa Sari pulang

    Dengan berjalan sangat hati-hati mengikuti jejak kaki yang terlihat di permukaan pasir, Yudha akhirnya bisa menemukan tempat di mana Sari dan Ratna disekap oleh sekelompok orang tak dikenal."Lihat, itu mereka," bisik Yudha pada Hesti."Aku punya rencana, kamu buat suara tertawa dan menangis untuk mengalihkan perhatian mereka. Nanti jam satu atau dua dini hari," ujar Yudha.Keduanya selalu bersembunyi di tempat yang aman dari penglihatan orang lain, sebuah tempat yang gelap dan lembab. Hingga tepat tengah malam saat sebagian besar dari mereka tertidur lelap dan hanya sedikit yang berjaga, Yudha keluar dari persembunyiannya. Dia menggandeng Hesti lalu berpisah untuk membagi tugas masing-masing. Hesti berada di sebelah barat, sedangkan Yudha berada di timur.Tak!Yudha melemparkan kerikil dan bebatuan ke arah anak buah Jaka yang sedang berjaga, orang itu terkejut meskipun lemparan tersebut tidak mengenainya. "Kok ada yang melempar batu? Apakah mungkin itu hantu?" gumam orang tersebut, d

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Menyusul Sari

    "kenapa Sari sampai pergi ke pulau kosong? Apa ia disuruh Kardi?" Yudha mengintimidasi Bu Laras agar menceritakan detail peristiwa. "Sari ke sana karena ingin mencari kamu, kakakmu itu begitu kuatir dengan keadaan kamu, Yudha. Sedangkan Ratna hanya menemaninya," jelas Bu Laras.Tanpa pikir dua kali Yudha segera meninggalkan tempat tersebut, namun masalahnya dia tidak memiliki perahu yang layak untuk digunakan sebab perahu yang dia miliki hanya perahu tua yang lambungnya bocor karena terkena batu karang."Bagaimana aku bisa ke sana? Kalau aku terlambat datang mungkin nyawa Mbak Sari dan Ratna dalam bahaya," ujar Yudha yang berdiri di tepi pantai, perahu tua miliknya berada di atas pasir. Yudha kepikiran untuk memperbaiki, namun butuh waktu yang cukup lama dan pastinya tidak bisa digunakan dalam keadaan darurat."Yudha, ngapain kamu melamun di situ?" tiba-tiba Hesti, yang merupakan tetangga Zahra tiba di tempat itu. Perempuan cantik yang merupakan janda kembang di desanya tanpa sengaj

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Malam Yang Membara

    Pergulatan liar antara suami, istri dan pembantu mereka terjadi begitu saja. Setelah semuanya berakhir, Bu Laras merasa malu. Dia duduk bersimpuh dengan menutupi badannya menggunakan tangan, terutama di area pribadi yang terekspos oleh mata Sumiyati dan Kardi.Bu Laras mengira jika setelah cairan itu keluar maka permainan akan segera usai, namun dia salah. Kardi duduk di kursi dengan kedua kaki terbuka, pusaka itu masih berdiri kencang seolah menantang. "Wah, ternyata ramuan pil ajaib itu benar-benar membuatku perkasa," batin Kardi, matanya memindai setiap inchi tubuh Bu Laras yang masih tak berbusana, tatapan berpadu dengan senyum licik seorang penguasa."Bu Laras, kemarilah," Sumiyati yang tadi merasakan kenikmatan paripurna mulai berdiri lagi, dia memapah Bu Laras lalu didekatkan pada suaminya. "Nyonya, apa lagi?" tanya Bu Laras bingung. "Lakukanlah sekali lagi, suamiku masih menginginkan kamu," bisik Sumiyati.'Ta--tapi, Nyonya ... aku----," Bu Laras hendak menolak, tapi tatapan S

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Aku mau lagi, Tuan!

    Bu Laras hanya bisa pasrah saat benda berotot itu masuk ke area pribadinya, ketika benda itu ditarik ada sensasi geli luar biasa dirasakan menggelitik dari pusar, paha, dada hingga ke pinggul. Bu Laras mendesis pelan, dia menutupkan telapak tangan ke arah mulut agar suara desahan tidak terdengar oleh orang yang mungkin berada di luar."Tu--tuan, sudah cukup," Bu Laras berkata lirih di telinga Kardi yang menekannya dari arah depan, namun Kardi semakin bersemangat. Gerakan yang tadinya pelan mulai bertambah kecepatannya. Rasa geli yang menyeruak, membuat lutut Bu Laras terasa lemas, terlebih saat milik Kardi pelan-pelan ditarik keluar membuat jantungnya berdegup kencang. "Aaaah!"Kardi benar-benar mencabut pusaka itu dari liang kenikmatan Bu Laras, wajah Bu Laras langsung canggung. "Mau lagi?" tanya Kardi, namun Bu Laras tidak menjawab. Wajahnya tertunduk, permainan itu cukup nanggung. "Hisap ini, mainkan lidahmu sesuka hati," Kardi menekan pundak Bu Laras, perempuan yang tadinya berd

  • Nelayan Perkasa Pemikat Wanita    Pijatan Pembantu Bohay

    Dunia memang sudah gila, Baru kali ini ada seorang istri yang rela suaminya menyentuh perempuan lain. Sejak perkenalan dengan Yudha, membuat Sumiyati begitu terobsesi melihat dan mempelajari bagaimana orang memuaskan pasangan mereka di ranjang. Bu Laras yang merupakan pembantu rumah tangga di keluarga itu tak bisa menolak saat Sumiyanto mendesak agar memijat suaminya di kamar."Ayo, Bu, masuk," ajak Sumiyati, dia menggandeng Bu Laras masuk. Saat itu Juragan Kardi sedang berbaring dalam kondisi tengkurap, pinggangnya ke bawah tertutup sarung bermotif kotak-kotak. "Tuan Kardi dia kenapa? Perasaan tadi pagi baik-baik saja," tanya Bu Laras. "Badannya kurang enak, mungkin Bu Laras yang sudah berpengalaman ini bisa membantu mengurutnya agar lebih baikkan," ucap Sumiyati lagi."Baiklah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status