Tangan Yudha merogoh masuk ke baju, menggenggam sebilah pisau namun Yasmin menahan. "Jangan sekarang, masih siang. Kita ikuti aja dulu ke mana Ratna akan dibawa," bisik Yasmin, Yudha melihat situasi di sekitarnya yang ramai dan kebanyakan mereka itu para preman, perampok dan pencuri kawakan. "Sepertinya di desa ini enggak ada kebaikan sama sekali," gumam Yudha, ia mengawasi gerak-gerik orang yang membawa Ratna bahkan mengikuti dari kejauhan. "Dia dibawa masuk ke rumah itu," Yasmin menunjuk ke arah rumah besar berbahan kayu berlantai dua. Tempatnya begitu tenang, beberapa perempuan muda tampak hilir mudik di sekitar rumah tersebut, ada juga orang berjualan dan anak-anak kecil berlarian. "Ayo kita singgah di warung itu," ajak Yasmin, keduanya bergerak menuju kedai kopi yang berada di samping rumah besar tadi. "Kopi satu tanpa gula, sama es teh," ucap Yudha pada penjaga warung, namun pria paruh baya itu cuma memandang tanpa menjawab. Yudha tidak begitu perduli sikap pemilik warung
Last Updated : 2026-07-21 Read more