Begitu tiba di rumah, Damian langsung melangkah lebar ke arah kamar lantai dua. Lara masih terjaga. Duduk bersandar di kepala ranjang, wanita itu langsung menatap pintu dengan mata berkedip cepat. Begitu melihat sosok Damian muncul dalam keadaan utuh tanpa luka sedikit pun, bahu Lara yang semula tegang perlahan turun.Damian melepas jaketnya, menggantungnya di sandaran kursi, lalu berjalan mendekat ke ranjang. Ia mengeluarkan ponselnya, menyalakan layar yang masih menampilkan tangkapan layar berkas putusan pengadilan dan laporan visum lama, lalu meletakkannya tepat di pangkuan Lara.Lara melirik layar itu sekilas, lalu mendongak menatap Damian. Ada sedikit getar gugup di bola matanya, tapi dagunya tetap terangkat."Nina yang bantu sebar," ucap Lara pelan sebelum Damian sempat membuka mulut. "Aku yang minta."Damian berdiri mematung di sisi kasur, menatap wanita di depannya cukup lama. Tatapan pria itu tidak dingin, melainkan sarat akan rasa tak percaya yang bercampur aduk."Kamu ta
Last Updated : 2026-09-16 Read more