Pagi keesokan harinya, di dalam kamar rawat, Lara duduk di kursi samping tempat tidur. Wajahnya yang pucat tertutup sedikit oleh ujung jaket rajut tebal yang dipinjamkan Damian. Tangannya menggenggam jemari ayahnya yang kasar dan masih dingin.Pria paruh baya di atas ranjang itu menoleh perlahan. Perban putih masih melingkari pelipisnya, tetapi tatapan matanya sudah jauh lebih jernih dibanding dua hari lalu."Lara mau istirahat dulu beberapa hari, Yah," bisik Lara dengan senyum yang dipaksakan sekuat tenaga. "Tempatnya tenang, dekat kebun teh di kaki bukit. Nanti kalau badan Lara udah enakan, Lara langsung ke sini lagi jenguk Ayah."Ayah Lara menatap lebam samar di pipi putrinya, lalu beralih ke perban tipis di pergelangan tangannya. Napas pria tua itu terdengar berat melalui hidung. "Kamu yang paling penting pulih dulu, Nduk. Jangan pikirin Ayah terus. Ayah udah ada ibu sama dokter."Lara mengangguk pelan, menelan rasa sesak yang mendadak mengganjal di tenggorokannya. Ia menunduk,
آخر تحديث : 2026-09-22 اقرأ المزيد