Keesokan paginya, Lara duduk di mejanya, memeriksa lembar demi lembar laporan anggaran kuartal tiga. Wajahnya tidak lagi sepucat kemarin sore. Pengakuan semalam di apartemen seperti melepas katup tekanan yang selama ini menyumbat dadanya, meski rasa waswas itu belum sepenuhnya lenyap. Di dalam ruang kerja CEO, Damian baru saja menyelesaikan panggilan internal dengan kepala bagian pengamanan gedung. Instruksinya singkat dan tegas, setiap tamu non-direksi yang hendak naik ke lantai eksekutif harus melalui konfirmasi lisan darinya, tanpa pengecualian. Ketika pintu lift berdenting dan sosok Amara melangkah keluar dengan mantel tipis warna krem, Damian kebetulan baru keluar dari ruangannya. Pria itu langsung menghadang langkah Amara tepat di depan koridor pembatas, beberapa meter sebelum wanita itu sempat mendekati meja Lara. Amara menghentikan langkahnya, memasang senyum elegan yang biasa ia pamerkan di acara sosialita. "Kebetulan banget, Ian. Aku mau kasih revisi proposal CSR yang
Last Updated : 2026-09-07 Read more