Pekerjaan itu selesai tepat waktu. Lara menyerahkan dokumen digitalnya ke sistem internal dan menghela napas panjang. Jam makan siang sudah lewat sepuluh menit, dan perutnya terasa perih karena belum terisi sejak kemarin.Baru saja ia hendak membuka laci meja untuk mencari biskuit sisa, interkom di mejanya kembali berdengung."Lara. Ke ruanganku."Lara bangkit, melangkah masuk ke ruangan Damian. Pria itu sudah memakai jasnya, sepertinya hendak pergi makan siang."Ada yang bisa saya bantu, Pak?"Damian berjalan mendekat. Dia berhenti tepat di depan Lara, mengamati wajah Lara dengan lebih detail daripada sebelumnya. "Kamu belum makan siang."Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan."Saya... saya masih harus membereskan sisa arsip, Pak," jawab Lara pelan.Damian mendengus sinis. "Jangan sampai pingsan di kantor karena kelaparan. Itu akan merusak jadwal kerjaku."Lara terdiam, bingung harus menjawab apa."Ikut aku," perintah Damian singkat sembari melangkah keluar ruangan.Lara terpak
Última actualización : 2026-06-17 Leer más