Sinar matahari pagi menembus kaca patri gedung Alexander Group, memantulkan bayangan samar Raka yang berdiri mematung di balik meja kerjanya. Aroma kopi hitam yang menguap dari cangkir di sudut meja tak mampu mengusir aroma kelelahan dan ketegangan yang menggantung rapat di dalam ruangan megah itu.Duk! Duk!Ketukan pelan di pintu kaca menghentikan helaan napas panjang Raka. Sekretarisnya, Maya, melangkah masuk dengan raut wajah serba salah, memegang sebuah kotak makanan bertutup transparan yang diikat pita merah muda."Maaf mengganggu jam kerja Bapak," cicit Maya pelan, menundukkan kepala. "Di bawah... ada Mbak Felisa. Beliau memaksa naik dan menitipkan ini untuk Pak Raka."Raka menoleh lambat, matanya menyipit tajam menatap kotak makanan itu seolah barang beracun. "Siapa yang mengizinkan dia masuk sampai lantai ini, Maya?""Beliau bawa surat izin khusus dengan tanda tangan Bu Elena, Pak," sahut Maya panik, meremas jemarinya. "Saya... saya tidak berani menolak.""Bawa turun dan buang
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-22 อ่านเพิ่มเติม