Hujan gerimis di luar gedung cabang Prameswari Group Bandung perlahan memudar, menyisakan gemericik air yang menetes pelan dari sudut atap. Di dalam kabin SUV hitam yang hangat dan beraroma kayu cendana, Raka merengkuh jemari Dina rapat-rapat, enggan melepasnya meski hanya sekejap."Kita tidak pulang ke rumah Menteng," bisik Raka parau, mengusap punggung tangan Dina yang masih terasa dingin.Dina menoleh, menatap wajah suaminya yang nampak lelah namun memancarkan keteguhan utuh. "Terus kita mau ke mana, Mas?""Ke rumah kita sendiri," jawab Raka mantap, menatap mata Dina lurus-lurus. "Rumah di kawasan Selatan yang dulu kita beli sebelum menikah. Di sana tidak akan ada yang bisa mengganggu kita lagi. Tidak ada Mama, tidak ada Felisa."Dina menghela napas panjang, menyandarkan kepalanya di bahu tegap Raka. "Tapi Mas... Ibu kamu pasti makin marah kalau kamu tinggalin gitu aja.""Biarkan saja," pangkas Raka dingin. "Mama harus belajar menghargai pilihan hidup saya. Ma
Last Updated : 2026-09-26 Read more