Suasana di dalam mobil sedan hitam milik Zayn membelah jalanan malam Jakarta yang hening, namun keheningan itu kini tak lagi mencekam. Pendar lampu kota menerobos kaca jendela, memantulkan raut wajah Kirana yang tampak lelah. Jemari tangannya bertengger pasrah di atas paha.Zayn mengulurkan tangan kirinya untuk meraih jemari Kirana. Ia menyetir dengan satu tangan demi bisa memegang tangan kekasihnya. Pria itu menggenggamnya erat, mengusap punggung tangan Kirana menggunakan ibu jarinya secara perlahan."Kamu luar biasa malam ini, Kirana," bisik Zayn, suaranya terdengar begitu dalam dan hangat di tengah deru mesin yang halus. "Aku bangga sekali padamu."Kirana menoleh, mengulas senyum tipis yang terlihat lelah. "Jantungku rasanya mau melompat keluar, Zayn. Aku cuma... tidak ingin mereka terus-menerus meremehkan kita. Tapi sejujurnya, dadaku masih terasa gemetar.""Setidaknya, mulut-mulut beracun itu sudah terkunci rapat sekarang," sahut Zayn lembut, menyunggingkan senyum tipis seraya me
Last Updated : 2026-08-30 Read more