Rasa panik seketika menguasai tubuh Kirana. Seluruh persendiannya mendadak lemas. Suara deru mesin mobil yang merapat di pelataran garasi terasa bagaikan polisi yang akan memberinya hukuman mati."Z-Zayn... Mas Reyhan sudah datang," bisik Kirana dengan napas memburu, matanya membelalak menatap pintu depan dengan tubuh yang gemetar hebat. "Bagaimana ini? Bagaimana kalau dia..."Sebelum kalimat panik Kirana selesai, Zayn dengan sangat tenang dan sigap melangkah maju. Ia mencengkeram bahu Kirana, menahan tubuh wanita itu agar tidak gugup. Zayn menunduk, menatap mata Kirana lekat-lekat."Ingat kata-kataku semalam, Na," bisik Zayn, suaranya rendah dan dalam, menyuntikkan keberanian instan ke dalam aliran darah Kirana. "Bersikaplah seperti biasa. Ikuti apa yang dia mau, dan jangan biarkan matamu berbicara."Zayn memajukan wajahnya, mendaratkan satu kecupan hangat dan lembut di kening Kirana yang kini basah oleh keringat dingin. "Aku naik ke at
Last Updated : 2026-07-29 Read more