[Reyhan] : Aku lembur malam ini. Ada rapat dadakan dengan klien luar negeri. Kamu tidur duluan saja, tidak usah menungguku. Kirana menatap layar ponselnya yang meredup dengan tatapan kosong. Cahaya dari ponselnya adalah satu-satunya penerang di dalam kamarnya yang luas dan lengang. Jarum jam dinding baru menunjukkan pukul sembilan malam, tetapi kesunyian di rumah megah ini sudah mencengkeram begitu pekat. Pesan singkat itu singkat, jelas, dan dingin. Tanpa emotikon, tanpa kata manis, apalagi ucapan bahwa pria itu merindukannya. Kirana mendesah pelan. Jemarinya yang kurus mengetik balasan pendek. [Kirana] : Baik, Mas. Hati-hati di jalan. Jangan lupa makan malam. Pesan itu terkirim. Kirana menunggu. Satu menit, dua menit, hingga sepuluh menit berlalu, tanda dua centang biru di layar tak kunjung berubah menjadi balasan. Reyhan bahkan tidak merepotkan dirinya sendiri untuk mengetik satu kata "ya" atau sekadar memberi tanda jempol. Kirana meletakkan ponselnya di atas meja ria
最終更新日 : 2026-06-18 続きを読む