Mobil melaju dengan tenang membelah jalanan kota. Di balik kemudi, Zayn menoleh sekilas ke arah Kirana dengan senyum simpul yang penuh arti."Sekarang semua masalah di masa lalu sudah benar-benar selesai," ucap Zayn lembut, memecah keheningan. Tangan kirinya terulur, menggenggam jemari Kirana yang bertumpu di atas pangkuan. "Berarti, ini saatnya kita melangkah ke tahap selanjutnya, Na."Kirana mengerutkan kening, menatap pria itu dengan raut bingung. "Tahap selanjutnya? Melakukan apa?""Kita ke rumah Mama. Sudah waktunya kita meminta restu secara resmi," jawab Zayn yakin.Seketika itu juga, senyum di bibir Kirana memudar. Ia menoleh sepenuhnya ke arah Zayn dengan raut wajah yang mendadak dipenuhi kekhawatiran. Jemarinya meremas tangan Zayn tanpa sadar."Zayn... apa ini tidak terlalu cepat?" bisik Kirana, suaranya terdengar ragu dan cemas. "Surat perceraianku dengan Reyhan baru saja resmi keluar. Aku takut Mama akan berpikir buruk tentang kita. Bagaimana kalau Mama malah mengira kita m
Última actualización : 2026-08-16 Leer más