"Kamu... kamu wanita gila, Bella!" suara Reyhan melengking, bergetar hebat di antara kepanikan dan keangkuhannya yang porak-poranda. Matanya mendelik liar, menatap wanita di hadapannya seolah-olah Bella adalah iblis yang siap mencabut seluruh nyawanya.Mendengar tuduhan itu, Bella justru meledakkan tawa. Tawa melengking yang menggema dingin di sepanjang koridor temaram yang sunyi. Wanita itu menggelengkan kepala, menyilangkan tangan di dada, lalu menatap Reyhan dengan sorot mata biadab dan meremehkan."Aku gila?" sembur Bella, melangkah maju hingga jarak wajah mereka hanya tersisa beberapa senti. "Kalau aku gila, lalu kamu apa, Reyhan? Pria tolol yang selama bertahun-tahun berlutut di hadapanku? Pria sombong yang merasa paling berkuasa, padahal selama ini kepalamu cuma ada di selangkanganku!"CRAK!Sesuatu dalam diri Reyhan pecah seketika. Ego, martabat, dan rasa bangganya sebagai seorang pria hancur menjadi debu yang tak berharga. Penghinaan itu
Última atualização : 2026-08-11 Ler mais