Kata yang keluar dari mulut Reyhan menggantung ringkih di udara. Wajahnya yang pucat kini tampak menggelikan. Pria itu memiringkan kepala, mengedipkan matanya berulang kali, mencoba mencerna rangkaian kalimat yang baru saja menghantam gendang telinganya."Ma... Mama bercanda, kan?" suara Reyhan tertahan di kerongkongan, membentuk kekehan hambar yang menyuarakan penolakan. "Mama pasti sengaja karang cerita ini supaya aku makin benci sama Bella, kan?! Papa sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu, Ma! Jangan bawa-bawa nama almarhum Papa untuk fitnah gila ini!"Nyonya Sofia tidak bergeming. Ia tidak berteriak, tidak pula mengamuk. Namun dari kelopak matanya yang memerah, setetes air mata dingin meluncur lambat, menyusuri garis pipinya yang menyimpan luka menahun."Fitnah?" bisik Nyonya Sofia. Suaranya gemetar, bukan karena takut, melainkan karena pintu trauma yang dipaksa terbuka kembali.Nyonya Sofia melangkah perlahan menuju jendela besar ruang tamu
Última atualização : 2026-08-12 Ler mais