Arlan terkejut, refleks menarik ponselnya menjauh dari telinga karena suara melengking sang ibu yang menusuk sampai ke gendang telinganya. Pria itu meringis pelan, lantas buru-buru menekan tombol untuk mengecilkan volume panggilan.“IBU SUDAH BILANG DARI DULU, JANGAN NIKAH SAMA DIA! TAPI KAMU BEBAL! CINTA, CINTA, CINTA—PRET! LIHAT SEKARANG JADINYA BAGAIMANA?!”Arlan menghela napas panjang, mengusak wajahnya yang kian lelah.“SEKARANG DIA MENCERAIKANMU! PAKAI NUDUH KAMU SELINGKUH LAGI?! DASAR TIDAK TAHU MALU, BUKANNYA MALAH DIA YANG JALAN SAMA PRIA LAIN?!”Kepala Arlan mulai berdenyut tajam. Ia akhirnya menyerah dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur, memejamkan mata seraya memijat pelipisnya sendiri. “Ibu...”“PADAHAL DULU BAGUS KALAU KAMU SAMA PILIHAN IBU! SI DEWI ITU KURANG APA?! CANTIK, BERPENDIDIKAN, KERJA DI BANK, SOPAN, BISA MASAK! LAH, SI RAYYANA BISA APA?! LULUSAN SMA, KERJA PUN TIDAK!”Cerocosan ibunya tak kunjung reda. Wanita tua itu terus meluapkan sumpah serapah, menjele
Last Updated : 2026-08-25 Read more