Elena menghela napas dalam-dalam. Mengikis emosi yang menggebu di dadanya. Sebenarnya dia sudah mulai nyaman dengan Julian. Makanya ia berani protes. Namun mendengar kalimat terakhir pria itu, ia jadi tidak tega.Ia meraih jemari Julian yang masih mengepal keras, lalu menggenggamnya dengan lembut."Sayang, dengarkan aku baik-baik," bisik gadis itu , menatap mata kekasihnya dengan pendar ketulusan. "Bukan berarti aku tidak ingin menikah denganmu. Aku mencintaimu, kamu tahu itu."Julian membisu, tetapi ketegasan rahangnya sedikit melunak mendapati usapan lembut di punggung tangannya."Tapi ini terlalu cepat," lanjut Elena membujuk. "Masalah kampusku baru saja selesai. Aku bahkan belum memegang ijazah. Beri aku waktu setidaknya sampai selesai wisuda, baru kita bicarakan pernikahan lagi, hem?"Julian menatap Elena lekat-lekat, memproses setiap patah kata yang keluar dari bibir wanitanya. Sudut bib
Last Updated : 2026-09-05 Read more