Mata Elena terbelalak mendengarnya. Dia panik, tidak ingin jika pria itu nekat."Jangan!" pekik gadis itu panik. Ia mengabaikan tatapan heran orang-orang di sekitarnya yang memandanginya di tengah alun-alun. "Aku mohon, jangan nekat ke sini!"Di seberang sana, keheningan dingin Julian terasa makin membekukan. "Aku tidak sedang bercanda, Elly. Pilihanmu hanya dua.""Julian, tolong dengarkan aku dulu—""Dengar baik-baik, Piccola," potong Julian, nadanya luar biasa tenang tetapi sarat ancaman."Pilihan pertama, aku mendaratkan jet pribadiku di bandara daerahmu dalam waktu kurang dari satu jam, lalu mendatangi desamu secara langsung untuk menyeretmu pulang dan meratakan pria itu."Elena menelan saliva dengan susah payah. "Julian ....""Atau pilihan kedua," lanjut Julian tanpa jeda."Kamu masuk ke dalam mobil pengawalku sekarang juga, pulang ke rumah nenekmu untuk mengemas barang-barangmu, dan pergi ke bandara.”“Kamu pulang ke kota bersamaku hari ini. Anak buahku akan membawamu ke bandar
Last Updated : 2026-08-24 Read more