"Tidak!" jawab Elena cepat seraya menahan dada Julian dengan kedua tangannya, menghentikan niat pria itu.Ia menggelengkan kepala dengan napas terengah-engah. Wajahnya bersimbah peluh halus yang membuatnya tampak sepuluh kali lebih menggoda."Aku bilang, aku yang memimpin, Julian!"Gadis itu kembali menghentakkan pinggulnya dengan irama yang lebih cepat dan dalam, membuat Julian mengerang.Otot-otot leher pria itu menegang kencang. Urat-urat di tangannya mencengkeram tepi sofa."Nghh, Elena, shh ... kamu menyiksaku," desis Julian parau. Napasnya terdengar bagaikan hentakan mesin yang kehilangan kendali.Melihat pria penguasa yang biasanya selalu mengendalikan segala hal di dunia ini kini bertekuk lutut dan terengah-engah di bawah kendalinya, Elena merasakan kepuasan yang luar biasa.Ia mempercepat ritme gerakannya, menggoyangkan pinggulnya, merasakan kepuasan dari penyatuan mereka hingga desahannya sendiri makin tak terkendali."Ah! Ah! Julian, ini, ini sangat terasa, ahn!" lengguh El
Terakhir Diperbarui : 2026-08-07 Baca selengkapnya