"Pagi ini adalah sidang pertamamu, Alina," kata Adrian dengan nada mengingatkan.Alina menghentikan usapan mentega di atas roti tawarnya. Ia mendongak dan menatap Adrian yang sedang merapikan dasi hitam di depan cermin dinding ruang makan."Aku tahu," jawab Alina dengan nada datar.Adrian memutar tubuhnya, lalu melangkah mendekati meja makan. Ia menarik kursi di samping Alina dan duduk di sana."Mobil dan tim hukum sudah bersiap di lobi bawah," kata Adrian dengan nada tegas.Alina meletakkan pisau rotinya ke atas piring secara perlahan."Aku bisa pergi ke pengadilan sendiri bersama pengacaraku," ujar Alina dengan nada menolak.Adrian menyunggingkan senyum miring secara tipis. Ia meraih tangan kiri Alina di atas meja, lalu mengusap punggung tangannya dengan ibu jari."Aku tidak membiarkanmu menghadapi kerumunan wartawan di depan gedung pengadilan sendirian," tegas Adrian dengan nada mutlak."Kehadiranmu di sana justru akan memicu rumor baru di media," balas Alina dengan nada cepat."Me
Last Updated : 2026-07-23 Read more