"Mengejarku dari awal?" ulang Alina dengan nada heran.Alina menatap wajah Adrian dengan dahi berkerut. Ia melipat kedua tangannya di depan dada."Iya, sebagai pria biasa yang ingin mendapatkan hatimu," tegas Adrian dengan nada sungguh-sungguh."Kamu bukan pria biasa, Adrian," balas Alina dengan nada dingin. "Kamu pemegang saham minoritas di perusahaanku dan anak dari Tuan Bramanta."Adrian melangkah satu langkah mendekati Alina. Ia menurunkan pandangannya dan menatap Alina tanpa sorot mata mendominasi."Di luar kamar hotel ini, aku memang investor dan pengusaha," ujar Adrian dengan nada melunak. "Tapi di hadapanmu, aku cuma pria yang mencintaimu secara ugal-ugalan."Alina mengalihkan pandangannya ke arah jendela kamar hotel. Rasa ragu dan takut masih menyelimuti hatinya."Aku tidak bisa menjanjikan apa pun padamu, Adrian," kata Alina dengan nada jujur."Aku tidak meminta janji," sahut Adrian dengan nada meyakinkan. "Aku cuma minta kesempatan untuk membuktikan bahwa aku tidak sama den
Terakhir Diperbarui : 2026-07-24 Baca selengkapnya