"Kamu pikir kamu bisa mengendalikan semuanya, Adrian?" Alina menatap lurus mata Adrian dari atas pangkuannya. Napasnya pendek-pendek, tetapi sorot matanya tidak menunjukkan rasa takut. Adrian menyunggingkan senyum miring. Kedua tangannya mengunci pinggang Alina dengan erat, ia menahan tubuh wanita itu agar tidak bergeser sedikit pun dari pangkuannya. "Aku tidak mengendalikanmu, Alina," bisik Adrian. "Aku cuma mengunci posisimu agar kamu tidak berpaling ke mana-mana lagi." Alina memegang bahu tegap Adrian dengan kedua tangannya. "Aku bisa membatalkan kerja sama kita detik ini juga kalau kamu kelewatan," bisik Alina. "Silakan coba," sahut Adrian santai. Tangannya di pinggang Alina bergerak naik ke punggung, lalu menarik tubuh Alina lebih rapat hingga dada mereka saling menempel. "Tapi berkas penyitaan aset Tristan akan batal besok pagi, dan kamu harus berhadapan dengan Tristan sendirian," kata Adrian lagi. Alina mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Dia meresapi sentuhan tangan Adri
Terakhir Diperbarui : 2026-07-18 Baca selengkapnya