"Perutku rasanya mau meledak, Mas," keluh Alina pelan.Alina menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kayu, lalu ia mengelus perutnya yang terasa sangat kenyang. Adrian tertawa lepas melihat tingkah calon istrinya, kemudian ia meletakkan cangkir teh manis hangat di depan Alina."Kamu sih, semua sampel makanan dimakan sampai habis," goda Adrian menyeringai."Habisnya enak semua, Mas! Masa dibiarkan begitu saja," balas Alina jengkel sambil merengut.Bu Ratna mendekati meja mereka sambil membawa kertas daftar pesanan, lalu wanita paruh baya itu tersenyum ramah. "Jadi untuk menu utamanya sudah pasti iga bakar madu, sup krim, sate ayam, dan es puter untuk pencuci mulut ya, Mas Adrian?""Iya, Bu Ratna, catat semuanya," sahut Adrian tegas.Adrian merogoh dompet di saku jasnya, lalu ia menyerahkan kartu kredit berwarna hitam kepada Bu Ratna untuk membayar uang muka. Alina memperhatikan gerakan tangan Adrian, kemudian ia memegang siku lengan pria itu secara perlahan."Mas, jangan dibayar sem
Last Updated : 2026-07-30 Read more