Keesokan harinya, sebelum semburat fajar sepenuhnya menyapu kegelapan malam, Karina sudah terbangun. Meski hatinya masih dibelit rasa sesak akibat sikap Arkan semalam, ia menolak untuk menyerah pada keadaan. Sebagai seorang istri, ia tetap ingin menjalankan kewajibannya dengan sempurna.Dengan pelan agar tidak membangunkan Arkan, Karina beranjak dari ranjang. Ia menuju lemari besar, mengambil satu setel seragam dinas militer Arkan yang sudah licin disetrika, menyiapkannya rapi di atas sofa kamar lengkap dengan atribut pangkatnya. Setelah itu, ia turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan sederhana—sepinggan nasi goreng hangat dan secangkir kopi hitam tanpa gula kesukaan suaminya.Saat Arkan turun ke lantai dasar, aroma kopi segar menyambutnya. Pria itu sudah tampil tegap dengan seragam militernya, namun raut wajahnya masih sama seperti semalam: keras, tertutup, dan berjarak."Pakaian kerja kamu sudah aku siapkan di sofa kamar, Arkan," ucap Karina pelan, mencoba mengulas senyum terbaiknya
Última actualización : 2026-08-16 Leer más