Lampu kamar utama sudah diredupkan sejak setengah jam yang lalu. Di luar, suara gerimis tipis menyiram dedaunan di pekarangan rumah dinas, menciptakan ritme konstan yang seharusnya menenangkan. Namun, bagi Karina, keheningan malam itu justru terasa terlalu bising. Di sampingnya, Arkan sudah berbaring miring membelakanginya. Deru napas suaminya terdengar teratur dan halus, tanda pria itu telah lelap setelah seharian menguras energi di markas. Karina menatap punggung tegap Arkan yang tertutup selimut abu-abu. Ada rasa bersalah yang pelan-pelan merayap di dadanya, karena di tempat tidur yang sama, pikirannya justru berkelana ke tempat lain. Bayangan wajah Dion sore tadi terus berputar di benaknya. Bukan sosok Dion yang penuh emosi atau menuntut penjelasan, melainkan Dion yang bicara dengan nada tenang, sedikit canggung, dan mengusap tengkuknya persis seperti yang selalu pria itu lakukan lima tahun lalu ketika mereka masih bersama. Cara Dion menatapnya—tatapan yang jujur, tanpa intimid
Última actualización : 2026-09-02 Leer más